Biografi Rene Descartes
Biografi Rene Descartes
Salah satu tokoh bersejarah di dunia, sebut saja Rene Descartes. Seorang filsuf dunia yang berasal dari La Have Touraine. Lahir di tanggal 31 Maret 1596. Pada tanggal 11 Februari 1650 di Stockhlom, Swedia ia meninggalkan dunia untuk selamanya. Ia mendapatkan sebutan sebagai bapak filsafat modern. Nyatanya, ia memiliki keluarga yang bisa dibilang borjuis. Ayahnya seorang Presiden Parlemen Inggris. Ia mendapatkan banyak warisan ketika ayahnya meninggal dunia. Descartes menjual tanah warisan yang ditinggalkan oleh ayahnya untuk dijual, lalu menginvestasikan uang hasil penjualan tersebut hingga mencapai nominal 6 atau 7 ribu franch per tahunnya. Rene Descartes menempuh pendidikan di Jesuit College of La Fleche dari tahun 1604 hingga 1612. Di sinilah, ia diberikan landasan-landasan baru khusunya di bidang matematika modern, meskipun ia dididik di bidang hukum.
Rene Descartes telah menyumbangkan kontribusi besar untuk kemajuan matematika. Ia mendapatkan gelar sebagai “Bapak Matematika Modern”. Ia merupakan salah satu filsuf penting dan sangat berpengaruh, khususnya untuk sejarah Barat modern. Kontribusi filosofisnya yang paling terkenal mencakup perumusan masalah pikiran dan tubuh modern, argumen tentang keberadaan Tuhan, dan kebangkitan aliran filsafat rasionalisme. Selain filsafat, Descartes juga sangat diapresiasi atas kontribusinya terhadap matematika, termasuk penemuan geometri analitik dan sistem koordinat Cartesian.
Salah satu geometri analitik yang disumbangkan oleh Rene Decartes adalah menentukan kemiringan posisi suatu garis terhadap koordinat x dan koordinat y. Bagaimana solusi lereng dan persamaan linear. Tidak sedikit dari ahli matematika memberikan pujian kepada Rene Decartes karena ia dapat menemukan rumus m (kemiringan), meskipun sedikit data yang membuktikan bahwa Rene Descartes dapat menemukan rumus tersebut. Oleh karena itu, Descartes disebut sebagai “Bapak Geometri Analitik”. Kontribusinya yang sangat maksimal terhadap matematika, khususnya penemuan geometri analitik, ia dikenal sebagai pencipta “sistem koordinat kartesius” yang berpengaruh dalam perkembangan kalkulus modern.
Tahun 1612, ia memilih untuk pergi ke Paris, tetapi merasa kehidupan sosial di sana cukup membosankan. Akhirnya, ia memilih mengasingkan diri ke wilayah terpencil di Perancis untuk belajar geometri yang dinamai sesuai dengan wilayah Faubourg yang terpencil. Teman-temannya menemukannya di pertapaan tempat tinggalnya, akhirnya ia memilih bersembunyi supaya dapat mendaftar sebagai tentara Belanda pada tahun. Saat itu, Belanda dalam keadaan damai, dia menikmati meditasi dua tahun tanpa merasa ada gangguan. Namun, pecahnya Perang 30 tahun memaksanya untuk mendaftar menjadi tentara Bavaria (1619). Ia menyampaikan di bukunya "Discours de la Methode" (Russell, 2007:733) bahwa ia mendapatkan pengalaman selama menikmati musim dingin di tahun 1619-1620. Ia mendapatkan gelar sebagai "penemu filsafat modern". Selain itu, ia juga mendapatkan gelar "bapak matematika modern". Rene Descartes merupakan salah satu tokoh pemikir yang paling penting dan sangat berpengaruh di dalam cerita sejarah Barat modern. Dia memberikan warisan ke generasi filsuf kontemporer dan tak lupa memimpin mereka guna membentuk sebuah karya apa yang sekarang kita sebut Rasionalisme Kontinental, sebuah pandangan filosofis di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18.
Pemikiran yang disumbangkan dapat menciptakan revolusi filosofis di Eropa karena pendekatannya menyatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang pasti, tiada yang abadi kecuali seseorang dapat dan mau berpikir. Hal ini menunjukkan bahwa manusia mempunyai keterbatasan dalam berpikir dan memahami hal-hal di luar kemampuan berpikir manusia. Oleh karena itu, ia memberikan perbedaan antara “pikiran” dan “fisik”. Hingga akhirnya, kita dapat memahami dan menyadari bahwa keberadaan kita datang melalui alam pemikiran yang dituangkan dalam cogito ergo sum. Je pense donc je suis, dalam bahasa Perancis. Kedua kalimat tersebut bermakna "Aku berpikir maka aku ada".
Meskipun ia terkenal karena tulisan filosofisnya, Destercas mempunyai jasa menciptakan sistem koordinat Cartesian. Sistem ini mempengaruhi perkembangan di bidang kalkulus modern. Rene Descertes menulis buku di tahun 1629. Buku ini mempunyai judul “Rules for the Direction of the Mind”. Memberikan gambaran umum tentang metodenya, tetapi dalam buku ini belum sepenuhnya lengkap dan sepertinya dia belum berniat untuk menerbitkannya. Pertama kali diterbitkan kurang lebih dari 50 tahun setelah kematian Descartes, 1630 sampai dengan 1634.
REFERENSI
Nurdyansa. (2018, July 20). BiografiRene Descartes-Filsuf Perancis. Retrieved from Biografiku: https://www.biografiku.com/biografi-rene-descartes/
Otaiku, A. I. (2018, May). Did René Descartes Have Exploding Head Syndrome? Retrieved from JCSM: https://jcsm.aasm.org/doi/full/10.5664/jcsm.7068
STEKOM, U. (n.d.). Ensiklopedia Dunia. Retrieved from Ensiklopedia: https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Ren%C3%A9_Descartes
Watson, R. (2023, September 2023). Rene Descartes Matematikawan danFilsuf Perancis. Retrieved from Britannica: https://www.britannica.com/biography/Rene-Descartes
LAILY SHOFA AZZAHRO
MANAJEMEN 2023
KELOMPOK 7
Komentar
Posting Komentar